SMA Taruna Indonesia Palembang merupakan sekolah swasta pertama di Sumatera Selatan yang menerapkan sistem boarding school, dibawah naungan Yayasan Pendidikan Gani Nusantara Palembang. SMA Taruna Indonesia Palembang resmi didirikan pada 31 Maret 2005, berdasarkan Surat Keputusan Dinas Pendidikan Nasional Kota Palembang Nomor: 241.3/372/SK-26.8/PN/05. SMA Taruna Indonesia Palembang berlokasi di Jalan Sukabangun II Lr. Pendidikan, Kelurahan.Sukajaya Kecamatan Sukarami Kota Palembang provinsi Sumatera Selatan.
SMA Taruna Indonesia dibentuk untuk menjawab tantangan masa depan di era global yang membutuhkan pemimpin yang unggul di bidang akademik dan non akademik, memiliki kemandirian dan berkarakter kebangsaan yang kuat. SMA Taruna Indonesia menggunakan Kurikulum Nasional yang diampu oleh guru-guru yang professional dan memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya. SMA Taruna Indonesia memiliki kekhasan yaitu mengembangkan pendidikan berasrama (boarding school) yang wajib diikuti oleh semua peserta didik selama menjalani pendidikan.
Tiga wawasan dalam mendidik siswa, yaitu kebangsaan, kejuangan, dan kebudayaan
Peserta didik juga mendapatkan kurikulum khusus bela negara yang diampu oleh TNI Angkatan Darat
Aspek pengetahuan tentang bela negara, wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, kepemimpinan, komunikasi, etika, peraturan umum kehidupan sekolah, dan tata upacara.
Aspek ketrampilan yaitu kesamaptaan jasmani (lari, push up, sit up, pull up, shuttle run), keterampilan jasmani (bela diri pencak silat renang dan lain-lain), pendidikan baris berbaris, marching band, dan outbond.
SMA Taruna Indonesia memiliki kekhasan yaitu mengembangkan pendidikan berasrama (boarding school) yang wajib diikuti oleh semua peserta didik selama menjalani pendidikan. Sistem pendidikan ini memberikan penguatan nilai-nilai religius, kemandirian, tanggung jawab, tangguh, toleransi, berjiwa sosial, berbudi luhur, berjiwa kepemimpinan, dan jujur serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Program-program untuk peserta didik juga banyak dikembangkan di sekolah ini, antara lain program learning to live (L to L), life skill (kecakapan hidup), dan lain-lain.
Aspek bimbingan dan pengasuhan yang terdiri atas pengenalan diri, pengembangan karakter, pengembangan kepemimpinan, kerjasama kelompok, manajemen resiko, dan tradisi atau kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan berasrama dan sekolah yang dibimbing dan dipantau terus menerus selama 24 jam dari bangun sampai tidur kembali oleh Pembina asrama yang kompeten dengan bidang tugasnya.
Setelah lulus, diharapkan peserta didik dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, Sekolah Kedinasan, Akademi Militer, Akademi Kepolisian, dan lain-lain sesuai dengan cita-citanya agar menjadi calon pemimpin masa depan bangsa yang religius, kompeten, bermoral Pancasila, berwawasan global dan mampu bersaing secara nasional maupun internasional serta siap menghadapi tantangan di era global